Kalian ke sekolah dan ibumu ke sawah menilik buncis dan kacangpanjangku sudah seberapa tumbuh sejak semalam. Siang jalan-jalan keliling desa sama Kenta, nyabrang kali dan handphone ku basah.
Jalan-jalan ke Borobudur, makan siang gelar tikar di bawah pohon. Yang Nani yang menyiapkan sejak sebelum subuh. Ayam goreng sambel lalapan dan lupa apa lagi. Setelah itu dilanjutkan acara pijetan dan masakawoh sakitnya bukan main. Pak tukang pijetnya santai saja sing kene bengak bengok sambil misuh2.
Ohh those good old days. Ibumu masih moeda belia (belum 40 tahun) serasa masih perawan wekekekek.

No comments:
Post a Comment